Minggu, 31 Maret 2013

Contoh proposal penelitian Kualitatif


BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tugas guru adalah menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan sarana pengajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Semua tugas guru itu akan optimal jika ia mampu mengatur siswa dan mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan sehingga tercapailah tujuan pembelajaran. Hal ini disebabkan banyak pendapat siswa yang mengatakan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia tidak lagi menyenangkan, terlalu membosankan, tidak menantang, atau bahkan dianggap tidak begitu penting untuk dipelajari. Untuk menanggapi hal itu maka guru Bahasa Indonesia yang baik harus berusaha sekuat tenaga agar pembelajaran Bahasa Indonesia kembali diminati oleh siswa.
Guru Bahasa Indonesia yang baik akan berusaha menguasai kelas dalam pembelajaran dengan keterampilan mengelola kelas yang optimal. Pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi empat keterampilan yaitu membaca, mendengarkan, menulis dan berbicara, semua keterampilan itu harus diolah sedemikian rupa sesuai dengan ciri khasnya masing-masing. Sehingga pengelolaan kelas yang baik akan membawa guru dan siswa pada keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Suasana kelas terasa nyaman, siswa belajar penuh semangat, diliputi perasaan menyenangkan, guru yang mengajar akan merasa puas karena tujuan belajar dapat dicapai oleh siswa.
Namun demikian, jika guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik maka akan timbul permasalahan-permasalahan baik itu permasalahan yang sifatnya sementara dan tidak mengganggu, hingga ke permasalahan yang serius dan terus-menerus. Hal ini akan menyebabkan dampak-dampak buruk bagi siswa dan guru tentunya. Dampak terburuk dari gagalnya pengelolaan kelas seorang guru adalah tidak tercapainya tujuan pembelajaran yang diajarkan saat itu.
Oleh sebab itu, guru yang baik akan sangat memperhatikan pentingnya mengelola kelas, berusaha untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta selalu berusaha mengembalikan perilaku-perilaku yang mulai menyimpang kepada keadaan belajar yang optimal.
SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan sekolah menengah atas yang memiliki siswa-siswa dengan karakter yang berbeda-beda, karakter ini lebih cenderung mengarah kepada sikap dan tingkah laku yang belum terkontrol. Oleh karena itu diperlukan seorang guru yang mampu mengoptimalkan kondisi belajar yang maksimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Teknik mengelola kelas yang seperti apa yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, bagaimanakah pengaruhnya kepada siswa, serta mampukah teknik yang digunakan itu mengoptimalkan kondisi belajar?
Pada akhirnya peneliti memilih SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan sebagai tempat yang tepat untuk menganalisis keadaan tersebut. SMA  Negeri 4 Bengkulu Selatan peneliti anggap tepat untuk tempat penelitian disebabkan karena sekolah ini merupakan sekolah yang memiliki bermacam-macam karakter siswa, sikap dan tingkah laku mereka perlu dikontrol melalui teknik mengelola kelas yang tepat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian yang lebih lanjut mengenai permasalahan pengelolaan kelas ini di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan. Akhirnya, proposal ini dibuat untuk dapat meneliti Teknik Mengelola Kelas Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4  Bengkulu Selatan, hingga untuk dapat membahas permasalahan tersebut secara lebih dalam dan terperinci. Sehingga skripsi ini penulis beri judul Teknik Mengelola Kelas Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia.
B. Rumusan Masalah
Permasalahan dalam penelitian ini adalah:
-          Bagaimana teknik mengelola kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 kota Bengkulu Selatan?
C. Ruang Lingkup
Pembelajaran Bahasa Indonesia meliputi empat keterampilan, yaitu keterampilan membaca, mendengarkan, menulis dan berbicara. Penelitian diberi ruang lingkup karena keterbatasan waktu, pengetahuan dan pengalaman peneliti. Oleh karena itu ruang lingkup penelitian ini adalah pada teknik mengelola kelas XA SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan, secara lebih jelas bagiannya adalah sebagai berikut:
-          Bagaimana teknik mengelola kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan?
D. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk:
-          Mengetahui teknik mengelola kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan.
D. Manfaat
1.      Manfaat praktis yaitu bagi guru dan sekolah. Bagi guru Bahasa Indonesia bermanfaat sebagai intropeksi teknik mengelola kelas yang diterapkannya apakah sudah mampu membangkitkan keaktifan belajar siswa atau belum, serta sebagai tambahan pengetahuan baginya untuk menerapkan teknik mengelola kelas yang mengaktifkan siswa. Selanjutnya bagi sekolah, sebagai tolok ukur yang tepat untuk mengaktifkan siswa dalam belajar dengan pola pengelolaan kelas yang tepat.
2.      Manfaat teoritis yaitu bagi penelitian selanjutnya yang membahas mengenai teknik mengelola kelas Bahasa Indonesia, akan memberi sumbangan yang bermanfaat nantinya dalam mengelola kelas di dalam mengajarkan materi Bahasa Indonesia.
E. Definisi Istilah
-          Teknik mengelola kelas berarti keterampilan guru dalam menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal apabila terdapat gangguan yang terdapat dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun yang bersifat gangguan yang berkelanjutan (Joni, 1985: 3).
-          Mengelola kelas Bahasa Indonesia bertujuan agar anak didik mampu dan mahir berbahasa Indonesia, kemampuan dan kemampuan dan kemahiran Bahasa Indonesia ini meliputi kemampuan dan kemahiran menyimak, berbicara, membaca dan menulis (Dawud, 2008:17).
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Teknik Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan (Djamarah, 2002: 198).
Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Joni (1985: 3) berikut yang menyatakan bahwa keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun yang bersifat gangguan yang berkelanjutan.
B. Tujuan  Mengelola Kelas Bahasa Indonesia                                                                             
Teknik mengelola kelas yang tepat dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Di dalam kelas Bahasa Indonesia, guru dapat mengkreatifkan cara mengelola kelas hingga dapat memacu siswa terlibat aktif dalam belajar. Hingga tujuan belajar dapat tercapai.
Tujuan dalam mengelola kelas pembelajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa terampil dalam menguasai empat keterampilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu terampil membaca baik teks sastra maupun teks kebahasaan, terampil mendengarkan atau menyimak berita, terampil menulis baik sastra maupun kebahasaan, serta terampil berbicara. Jika keempat keterampilan tersebut sudah dikuasai oles siswa maka tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia sudah tercapai melalui pengelolaan kelas yang digunakan oleh guru (Joni, 1985 : 4).
C. Prinsip Penggunaan
Dalam melaksanakan komponen keterampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan enam prinsip dasar berikut ini:
  
1.      Kehangatan dan keantusiasan
Kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan, yang merupakan salah satu syarat kegiatan belajar yang optimal. Guru yang bersikap hangat dan akrab serta secara ajek menunjukkan antusiasmenya terhadap tugas-tugas. (Joni, 1985: 5).
2.      Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Perhatian dan minat siswa akan terpelihara dengan kegiatan guru tersebut (Joni, 1985: 5).
3.      Bervariasi
Penggunaan variasi dalam media, gaya dan interaksi mengajar-belajar merupakan kunci pengelolaan kelas untuk menghindari kejenuhan serta penggunaan-penggunaan aktivitas yang menyebabkan menurunnya kegiatan belajar dan tingkah laku positif siswa. (Joni, 1985: 5).
4.      Keluwesan
Dalam melaksanakan proses mengajar-belajar, guru harus waspada mengamati jalannya proses kegiatan tersebut, termasuk kemungkinan munculnya gangguan siswa. Untuk mencegah gangguan-gangguan yang mungkin timbul, diperlukan keluwesan tingkah laku guru untuk dapat merubah strategi mengajarnya dengan memanipulasi berbagai keterampilan mengajar yang lain (Joni, 1985: 5).
5.      Penekanan kepada hal-hal yang positif
Pada dasarnya didalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan hal-hal yang ppositif dan sebaliknya menghindari  pemusatan perhatian siswa kepada hal-hal yang negatif. Cara guru memelihara suasana yang positif ialah dengan:
a.       Memberi aksentuasi terhadap tingkah laku siswa yang positif dan menghindari ocehan atau celaan terhadap tingkah laku yang kurang wajar.
b.      Memberikan penguatan terhadap tingkah laku siswa yang positif.
Menyadari akan kemungkinan kesalahan-kesalahan yang dapat dibuatnya sehingga akan mengganggu kelancaran dan kecepatan belajar siswa (Joni, 1985: 6).
6.      Penanaman disiplin diri
Mengembangkan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir pengelolaan kelas. Untuk mencapai tujuan ini, guru harus selalu berusaha mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri. Hal ini akan lebih berhasil apabila guru sendiri menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Dengan demikian guru menjadi contoh serta memberi contoh kepada siswa (Joni, 1985: 6).
D. Komponen Keterampilan  Teknik Mengelola Kelas
Keterampilan mengelola kelas terbagi dalam dua jenis keterampilan utama yaitu: keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal dan keterampilan yang berhubungan dengan  pengembalian kondisi belajar yang optimal. (Joni, 1985: 7).
1.      Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal
Teknik mengelola kelas Bahasa Indonesia yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal terdiri atas 6 keterampilan, yaitu sebagai berikut:
a.       Menunjukkan Sikap Tanggap
b.      Membagi Perhatian
c.       Memusatkan Perhatian Kelompok
d.      Memberikan Petunjuk-Petunjuk yang Jelas
e.       Menegur
f.       Memberi Penguatan


2.      Keterampilan yang Berhubungan dengan Pengembalian Kondisi Belajar yang Optimal
Guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap tingkah laku siswa yang selalu mengganggu kawannya dan yang tidak mau terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Strategi-strategi tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Modifikasi Tingkah Laku
b.      Pengelolaan Kelompok
c.       Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah,
E. Problematika teknik mengelola kelas Bahasa Indonesia
Gagalnya seorang guru mencapai tujuan pengajaran sejalan dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu adalah prestasi belajar siswa rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu, pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting dikuasai oleh guru dalam rangka keberhasilan proses belajar mengajar. Namun demikian, Pengelolaan kelas bukanlah hal yang mudah dan ringan. Oleh sebab itu, guru-guru merasa bahwa mengelola kelas adalah suatu pekerjaan yang sulit ( Djamarah, 2002: 217).








BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Penelitian ini mengkaji mengenai Teknik Mengelola kelas Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan. Melalui penelitian ini akan dapat diketahui mengenai penerapan keterampilan atau pola pengelolaan kelas Bahasa Indonesia oleh guru di kelas, baik penerapan prinsip-prinsip, penerapan keterampilan yang tepat dalam mengelola kelas, hal-hal apa saja yang dilakukan guru dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Oleh karena itu, Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian bersifat deskriptif, yakni penelitian yang memusatkan perhatian kepada masalah-masalah actual, sebagaimana adanya pada masa sekarang, pada saat penelitian dilakukan (Susetyo, 2010: 11).
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan, terletak di Kedurang, Bengkulu Selatan. Dipilihnya SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan karena pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA ini memiliki kondisi siswa yang kurang optimal dalam kegiatan pembelajaran, mudah terpengaruh pada hal-hal yang tidak mendukung pembelajaran, waktu pembelajaran yang merupakan pembelajaran terakhir membuat siswa tidak fokus lagi, serta kondisi fisik yang sudah terkuras tenaga dan energi untuk belajar. Sarana dan prasarana yang tidak memadai dalam menunjang pembelajaran, serta latar belakang ekonomi yang merupakan golongan ekonomi rendah juga sangat mempengaruhi kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan.
C. Data dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini yaitu informasi tentang Teknik Mengelola Kelas pada saat proses belajar mengajar Bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan.
Sumber data dalam penelitian ini adalah proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan. Dipilihnya siswa kelas X  Dengan alasan bahwa siswa kelas X membutuhkan teknik pengelolaan kelas yang tepat untuk mengaktifkan belajar dalam masa peralihan dari SMP ke SMA.
 Subjek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas XA serta interaksi yang terjadi pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan, secara terperinci adalah sebagai berikut:
1.      Guru Bahasa indonesia yang mengajar di kelas XA, XB, XC, di SMA Negeri 4 Bengkulu Selatan, Rupinsi, S. Pd.
2.      Siswa kelas XA berjumlah 30 orang, terdiri atas 18 orang siswa perempuan dan 12 orang siswa laki-laki.
D. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, para ahli mengemukakan pendapatnya bahwa yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri, atau dengan bantuan orang lain yang merupakan alat pengumpul data utama (Sugiono, 2005). Hal ini dikarenakan peneliti dalam penelitian kualitatif dipandang sebagai pencari tahu alami dalam pengumpulan data..
Selain peneliti sebagai instrumen utama, penelitian ini menggunakan instrumen Bantu, yaitu kamera untuk merekam guru yang sedang mengajar dan catatan lapangan. Kamera digunakan untuk merekam segala hal yang berhubungan dengan teknik pengelolaan kelas. Sedangkan, catatan lapangan digunakan untuk mencatat segala macam informasi yang bersangkutan dengan penelitian.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian.  Sesuai dengan tujuan dan rumusan masalah maka teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
(1) Observasi, pendapat ahli menyatakan bahwa observasi dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta melalui dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi (Nasution, 1988: 56).
(2) Perekaman, untuk memperoleh data yang berhubungan dengan narasi teknik mengelola kelas Bahasa Indonesia, melalui perekaman ini akan dapat diketahui hal-hal yang berhubungan dengan teknik mengelola kelas oleh guru Bahasa Indonesia di kelas XA.
(3) Wawancara dengan guru dan siswa yang diteliti, untuk memperoleh data yang berhubungan dengan pendapat dari sumber data. Hal ini sesuai dengan pendapat  ahli yang menyatakan bahwa dengan melakukan wawancara kita dapat memasuiki dunia pikiran dan perasaan responden (Nasution, 1988: 69).
(4) Catatan pengamatan deskriptif dan reflektif. Catatan pengamatan deskriptif berisi tentang teknik mengelola kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan catatan pengamatan reflektif berisi tentang tanggapan dari peneliti.
F. Keabsahan  Data
            Cara memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian dengan triangulasi yaitu dengan pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Untuk menguji kebenaran data maka data yang sudah diperoleh senantiasa dicek kebenaran datanya dengan mencari informasi lagi dari hasil wawancara dengan guru, catatan deskriptif dan catatan reflektif peneliti teknik mengelola kelas guru Bahasa Indonesia.
G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif . analisis data secara kualitatif berarti suatu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari sehingga mampu untuk dipahami.
Analisis data dalam penelitian kualitatif sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Hal ini sejalan dengan pendapat Nasution dalam buku yang dikarang oleh Sugiyono, menyatakan “Analisis telah mulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian. Analisis  data menjadi pegangan bagi penelitian selanjutnya sampai jika mungkin, teori yang grounded”. (Nasution dalam Sugiyono, 1988: 89 – 90). Berdasarkan pendapat tersebut maka penelitian ini dianalisis sebelum peneliti terjun ke lapangan, selanjutnya saat di lapangan, hingga juga pada saat selesai di lapangan.
Adapun secara lebih rinci analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Reduksi data
Data yang diperoleh dalam lapangan ditulis atau diketik dalam bentuk uraian atau laporan yang terperinci. Selanjutnya direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting, diberi susunan yang lebih sistematis, sehingga lebih mudah dikendalikan.(Nasution, 1988:129). Berdasarkan pendapat tersebut maka data yang berupa data mentah berupa teknik mengelola kelas Bahasa bahasa indonesia di kelas XA, XB, XC, maka data tersebut perlu dirangkum, dipilih hal-hal pokok, difokuskan pada hal-hal penting, selanjutnya diberi susunan yang terperinci atau sistematis.
b.      Display data
Untuk menganalisis data selanjutnya yang sudah menumpuk dalam jumlah yang banyak maka diperlukan pentabelan agar peneliti mudah membaca data, baik data observasi berupa catatan-catatan penerapan keterampilan mengelola kelas oleh guru, maupun respon siswa terhadap teknik mengelola kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
c.       Kesimpulan dan verifikasi
Verifikasi berarti memeriksa kebenaran laporan, dengan melalui rekaman yang dapat didengar atau dilihat mengenai teknik mengelola kelas bahasa indonesia, serta dengan wawancara yang sudah diperoleh. Kemudian menyimpulkan semua data yang diperoleh.


DAFTAR PUSTAKA
Dawud. 2008. Perspektif Pembelajaran Bahasa Indonesia. Malang: IKIP Malang.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Joni, T. Raka. 1985. Ketersmpilan Mengelola Kelas Panduan Pengajaran Mikro no 7. Jakarta.
Nasution. 1988. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Susetyo. 2010. Peneliotian Kuantitatif dan Penelitian Tindakan Kelas. Bengkulu: FKIP UNIB.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar